Restrukturisasi Utang Triliunan, Waskita Karya Sepakati Lima Direktur Utama Kreditur

Beritain.co | Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi tentang kesepakatan restrukturisasi dari pihak Waskita Karya dan lima Direktur Utama kreditur. Keuangan Waskita Karya kini memasuki fase baru setelah lima kreditur, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJB) menyepakati restrukturisasi pinjaman senilai Rp 19,3 Triliun. Nilai ini setara 65% dari total pinjaman Rp 29,26 Triliun dari seluruh kreditur perseroan.

“Saya mengapresiasi komitmen 5 kreditur dan manajemen Waskita Karya. Restrukturisasi 65% adalah kepercayaan yang tidak boleh disia-siakan. Walau masih ada 35% lagi yang perlu diperjuangkan, ini menjadi katalis untuk mempercepat pulihnya Waskita Karya baik secara keuangan maupun bisnis. Juga untuk meningkatkan keyakinan dan optimisme dari kreditur lain, dan para mitra kerja,” kata Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu dikutip lamannya di Jakarta, (21/07/21).

Ini ditindaklanjuti dengan melanjutkan proses restrukturisasi, perbaiki landasan GCG, lakukan efisiensi dan transformasi besar-besaran, seperti contoh restrukturisasi dan transformasi total di Krakatau Steel dan PTPN bisa menyehatkan di beberapa BUMN, refocusing, dan jalankan divestasi aset-aset yang diperlukan. Yang penting, perbaikan jangan hanya dari sisi keuangan, tapi juga dari sisi manajemen, dan AKHLAK dari human capital-nya.

“Kami berharap agar kreditur lain juga dapat segera menyepakati dan mendukung proses restrukturisasi Waskita. Besar harapan kami bahwa implementasi dari perjanjian ini dapat segera dilaksanakan,” ujar Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan pentingnya restrukturisasi untuk sektor infrastruktur. “Restrukturisasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen BNI mendukung proses transformasi bisnis Waskita Karya yang banyak menjalankan proyek strategis infrastruktur nasional. Multiplier effect-nya sangat besar, salah satunya penyerapan tenaga kerja. Kami harap kesepakatan ini akan memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi yang tengah berjuang untuk bangkit di tengah pandemi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, Kesepakatan ini merupakan realisasi komitmen Bank Mandiri bersama Himbara untuk mendukung kebutuhan Waskita Karya, serta menjaga agar ekosistem sektor konstruksi tetap kondusif guna mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional.

Selanjutnya juga disampaikan oleh Direktur Utama BRI Sunarso. Sunarso menyampaikan, Kesepakatan ini dapat jadi momentum positif dan perlu dilakukan agar Waskita Karya dapat terus melanjutkan operasinya tanpa beban yang dapat menghambat transformasi bisnis dan keuangannya.

Sementara hal terkait, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi, mengatakan bahwa kesepakatan ini merupakan wujud sinergi perbankan untuk mendukung Waskita Karya dalam membangun infrastruktur di Tanah Air.

“Ini merupakan bentuk komitmen bersama bank-bank nasional supaya Waskita Karya tetap dapat melakukan aktivitas pengembangan usaha dan menuntaskan proyek-proyek pembangunan nasional. Agar ekonomi kita dapat berkembang ka arah yang jauh lebih baik,” ujarnya.

Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB Nancy Adistyasari mengungkapkan, Bank BJB telah menyepakati poin-poin dalam restrukturisasi yang akan dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Pokok Transformasi Bisnis dan Restrukturisasi Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama kreditur lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *