Ragam Minuman Khas Nusantara

Beritain.co | Kota Depok – Belakangan ini, suhu udara di sebagian besar wilayah Indonesia lebih sering dingin dan tak jarang membuat kita mudah sekali flu, pilek, demam, dan masuk angin. Menikmati minuman hangat bisa jadi pilihan tepat untuk menghangatkan dan menambah daya tahan tubuh terlebih di situasi pandemi sekarang ini.

Beberapa daerah Indonesia memiliki minuman rempahnya masing-masing. Dilansir dari beragam sumber, berikut ini adalah 5 minuman hangat tradisional nusantara yang cocok temani saat cuaca dingin.

1. Bajigur

Bajigur adalah minuman khas dari Jawa Barat yang identik dengan rasa hangat dari jahe, manis dari gula merah, dan gurihnya santan. Di beberapa daerah, bajigur juga bisa ditambahkan kolang-kaling, daging kelapa atau susu. 

Minuman ini biasa dijajakan di gerobak kaki lima. Namun, seiring perkembangan zaman, sudah ada yang memproduksi dengan versi instan tinggal seduh. Paling nikmat disajikan bersama nagasari, kacang, singkong, ubi, pisang dan jagung rebus.

2. Bandrek

Satu lagi minuman hangat asal Sunda yaitu bandrek. Minuman berempah ini tidak hanya terkenal di Indonesia, namun juga terkenal hingga luar negeri karena berkhasiat untuk menghangatkan tubuh dan membuat rileks.

Dengan komposisi dasar jahe, kayu manis, dan cengkeh, bandrek dapat dibuat bening saja atau dicampur susu agar lebih manis. Berbeda dengan bajigur, bandrek tidak ditambah santan.

3. Wedang Ronde

Menilik sejarahnya jauh ke belakang, wedang ronde adalah kuliner masyarakat China yang bernama tangyuan. Lalu, diadaptasi menjadi minuman hangat khas Jawa Tengah. Wedang dalam bahasa Jawa berarti minuman dan ronde berarti bola-bola ketan.

Bola-bola ketan dalam wedang ronde biasanya berisi kacang dan gula merah yang sudah dihaluskan. Bola-bola ketan ini lalu disiram dengan kuah jahe dan ditaburi kacang goreng dengan tambahan roti tawar, kolang-kaling dan sagu mutiara sesuai selera.

4. Bir Pletok

Bir Pletok adalah minuman tradisional khas Betawi yang pada awalnya diracik karena dulu banyak orang Betawi melihat kebiasaan warga Belanda mengonsumsi wine dalam sebuah perayaan. Karena itu, orang Betawi ingin mengonsumsi minuman serupa namun tanpa ada unsur alkohol. Bir pletok umumnya terbuat dari lada, jahe, dan kulit kayu secang. Kulit kayu secang inilah yang membuatnya berwarna merah.

5. Sarabba

Masyarakat Sulawesi Selatan tentunya sudah tidak asing lagi dengan minuman asal Kota Daeng bernama Sarabba. Tidak hanya bermanfaat untuk mengahangatkan tubuh, mengusir masuk angin, perut kembung, gejala flu hingga meningkatkan daya tahan tubuh tapi juga dikenal sebagai penambah stamina.

Berbeda dengan wedang jahe, sarabba memiliki ciri khasnya sendiri dengan menambahkan kuning telur dan merica. Minuman ini sukses menjadi incaran bagi para turis saat berkunjung ke Sulawesi Selatan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *