KITA TIDAK DARI INDIA MENUJU ARAB KARENA KEDUANYA DARI SINI

#CatatanRedaksi #Beritaindotco

Beritaindotco | Sebuah Pertanyaan :
Kapan dan siapa misionaris “India” datang ke Nusantara masuk ke pelosok pelosok negri..hingga semua ajaran asli Nusantara,ribuan situs juga kerajaan “Pra Islam” di sebut dari india…?

Perhatikan :
Asal-usul Agama di lndia dimulai masuknya Bangsa Arya/Cakya/Saka yang membawa perubahan yang sangat besar dalam tata kehidupan masyarakat India sejak 3.102 SM sampai 1.300 SM

Bahwa Arya bukanlah penghuni pertama India dan peradaban Harappa “Dravida” ada jauh sebelum kedatangan mereka,Ini berarti bahwa bangsa Arya atau budaya Veda bukanlah sumber tunggal awal peradaban di India,bahwa sumbernya berasal dari tempat lain

Perubahan tersebut terjadi karena Bangsa “Arya” melakukan integrasi kebudayaan dengan Bangsa asli india “Dravida” dan selanjutnya integrasi ini melahirkan 3 agama india,Bangsa Arya setelah nya mulai menulis kitab-kitab suci Weda,Kitab suci ini dituliskan dalam 4 bagian seperti Reg Weda, Sama Weda, Yayur Weda, dan Atharwa Weda

Jadi…”Saka” adalah nama suatu bangsa yang datang ke tanah india juga melakukan expansi bermigrasi ke Asia Tengah,Eropa Timur dan Anatolia Utara pada masa setelah perang Mahabharata (3162 SM) sekitar 3100-3000 SM ,Orang eropa sebut kaum “Saka” dengan “Scythian” inilah yang di maksud “Arya”,Leluhur bangsa Indonesia yang mewarnai 3/4 muka bumi juga tanah india

Literasi kata Aryā terekam pada kalimat pembuka Prasasti Kalasan tertera kalimat..Namo bhagavatyai āryā tārā yai…

” īrī-Nālandā-Mahāvihārīya-Ārya Bhikṣusaḿghasya “…teks kalimat ini yang tertulis di Nalanda Bihar india pada stupa bernama “Sariputra”….ini jelas nama Nusantara bukan india

Aryān adalah leluhur bangsa Nusantara Indonesia maju terdahulu nama “Sariputra” adalah Putra Nusantara,Tokoh Pelopor cikal bakal lahirnya salah satu ajaran india yang kini di “Label” kan di Borobudur,Beliau yang terlahir dari seorang ibu bernama “Sari” di Svarnabhumi/Svarnadvipa,Nusantara Indonesia sebelum abad 5 SM

Hirananda Shastri,Pada tahun 1921,di ruang depan Biara no. 1 di Universitas Nalanda Bihar India,ditemukan artefak berupa pelat tembaga “Sumbangan Balaputradeva,Raja
Suvarnadvipa silsilah Syailendra

“Nalanda Copperpalate”,yang ditemukan di Vihara I Nalanda di India,Tertulis Raja Phala keturunan Syailendra bernama Balaputradewa dari Svarnadvipa ,…artinya “Nalanda” di Bihar India didirikan pada tahun 427 M di bangun oleh dan atas prakarsa Sailendra Srivijaya dari Sumatra…setelah Fa-Huan 337 – 422 M ke Nusantara

Kaum “Saka” inilah yang menaklukan Raja Salivahana di tahun 78 M….Di Nusantara Indonesia tersebar Prasasti ber angka tahun “Saka”…Di figura relief dasar Borobudur yang di tutup pada Panil no 43 tergambar bangunan bentuk bangunan dengan bentuk atap khas Nusantara,Inskripsi pada tepi pigura terbaca “Maheçãkhya”

Para peziarah/Pelajar dari Tiongkok datang ke Nusantara untuk “Belajar” mencatat dan menyalin kitab kitab “Dharmic Original” membawa ke Negrinya…Bukan membawa ajaran dari sana di sebarkan ke sini…dan Palembang bukan pusat ajaran Buddhism

● Fa-Huan 337 – 422 M Catatan perjalan di terjemahkan dan catatan Corean recension dari teks bahasa Mandarin oleh James Legge,Yang di lihat Fa-Huan bangunan dengan “Patung” di dalam nya di samping pohon besar adalah situs “Mendut”

● Pada tahun 399-414 M Fa-Huan dalam perjalanan di svarnadvipa mencatat…mengikuti sungai Po-Nai (adalah sungai Pana’i,kampar)…di tempat para pelajar pernah tinggal di situ dan melakukan gerakan… “berjalan berputar”… mengelilingi “Tope”/Stupa juga 4 guru duduk di 4 sudut, di tempat ini “Menara”…( Pradaksina/Prasawiya/Tawaf di “Muara Takus”)

● Sung Yun 518-521 M mencatat adanya kekuasaan yang di sebut nya “Śaka kṣatrapas” dari indentifikasi koin di duga telah ada sekitar tahun 225 M dengan gambar “Tope” atau stupa Muara Takus

● Pada tahun 602 – 664 M,Hieun-Tsang,mencatat apa yang di lihat nya di svarnadvipa….di sampingnya ada stupa yang dibangun oleh rāja, sekitar 200 kaki tingginya…di dekat ini ada tanda di mana Tathāgata berjalan ke sana kemari (Tawaf)

● Hui Ning 664 M – 667 M melakukan perjalanannya selama 3 tahun di pulau Jawa untuk menterjemahkan sebuah sutra,tentang pemahaman “Kehidupan setelah kematian” di nusantara ini bernama “Svarggā”,Penterjemahan di bantu seorang pakar Jawa yang bernama Jñânabhadra ( Svargga bukan Nirvana)

● I -Tsing atau Yi-Jing,tahun 671 – 695 M
Pengelana asal Tiongkok yang datang ke Nusantara 3 kali berangkat dari Guangzhou berlayar 20 hari selama 10 tahun di Sriwijaya 685-695 M,ia tinggal selama 6 bulan di Sriwijaya 2 bulan di Malayu untuk belajar “Sabdavidya” atau tata bahasa Sansekerta, “Pancavidya” pengobatan,logika,seni,kerajinan dan ilmu mengelola batin

● Atiśa Dīpaṃkara Śrījñāna,tahun 1.013 M, ia melakukan perjalanan ke kerajaan Sriwijaya tinggal selama 12 tahun untuk BELAJAR lalu kembali ke India,Meninggal thn 1054 di Nyêtang,Tibet

Di Indonesia pada abad 4 M sampai dengan 7 M,tidak ada tercatat misionaris india masuk membawa ajaran ke Nusantara,terpublikasi nya…Ketika Bhikkhu Ashin Jinarakkhita mencetuskan ide mengadakan upacara “Tri Suci Waisak” secara nasional di Borobudur pada 22 Mei 1953…..Dan mulai saat inilah “Terpublikasi” Borobudur menganut ajaran ber aliran “Mahayana”….

Rshi Mārkaṇḍeya adalah asli Nusantara,Tertulis dalam sloka “Bhwana Tatwa” tentang Maharsi Mārkaṇḍeya :

Sang Ayati melanjutkan jejak leluhurnya menjadi seorang pertapa,beliau berputra Sang Prana,demikian pula adiknya yang bernama Sang Niata,berputra Sang Mrakanda,setelah dewasa Sang Mrakanda beristrikan Dewi Manaswini, berputra Maharsi Mārkaṇḍeya

Selanjutnya Maharsi Mārkaṇḍeya beristrikan Dewi Dumara,menurunkan Maharsi Dewa Sirah yang beristrikan Dewi Wipari yang kemudian menurunkan banyak putera

Adakah nama nama diatas itu nama india..?
Atau adakah sumber india yang menyebut silsilah lengkap nama Maharsi Mārkaṇḍeya siapa ayah ibu serta anak istrinya,lengkap seperti di atas…?

Ajaran asli Nusantara berlandas pada konsep dasar “Monotheisme”

● Budaya Tolotang menyebut Tuhan Yang Maha Esa, Dewata Seuwa E

● Budaya Marapu menyebut,Mawulu Tau-Majii Tau ,Pencipta dan Pembuat Manusia atau Tuhan Yang Maha Esa

● Tuhan dalam ajaran Kaharingan disebut “Yustu Ha Latalla”, sedangkan di Kotawaringin Barat disebut “Sanghyang Dewata”

● Parmalim Batak menyebut Tuhan,Debata Mulajadi Na Bolon,ber ibadat nya “Sombahiang” berdoa nya “Tangiang”

● Budaya “Asmat” mengenal “Tuhan” juga “Surga” ,Ow Capinmi alam sekarang,Dampu ow Capinmi alam persinggahan,Safar (surga),Suku Mee menyebut Tuhan “Ugatame”

● Flores Suku Soge,di Sikka orang Tana Ai mempercayai penguasa bumi dan langit yang menjaga alam dan memberi kehidupan yaitu “Lera Wulan Tana Ekan”

● Timor-NTT,Tuhan Maha Tinggi Sang Pencipta disebut dengan “Uis Neno” dan “Uis Pah” dewa bumi,Adat Liae,budaya Sabu Raijua Tuhan disebut “Deo Ama”

● Budaya Mentawai,Penguasa semesta yang paling tinggi dan memiliki kekuasaan yang tak terhingga menyebut dengan “Ulau Manua”

● Di tanah Javadvipa terdahulu menyebut “Hyang Widhi Tunggal”

● Sumatra Tengah menyebut “Tuhan Nan Oso”

● Bali menyebut,Ida Sang Hyang Widhi Waça,Tak terbayangkan…tak terpikirkan,adalah.. Acintya..bukan “Khrsna”

Literasi teks kata “Hyang”… adalah menunjukan pengertian pemahaman tentang yang Maha Mutlak yaitu “Tuhan”…Maha Esa… “Hyang Widhi Tunggal”….dan prosesi ber “ibadahnya” ..terbentuk dari 2 suku kata yaitu “Sembah” dan kata “Hyang” dalam satu kesatuan menjadi “Sembahyang”….

Bahwa bangsa Nusantara …Percaya hanya pada yang Esa Satu Tuhan,Hyang Widhi Tunggal,Tauhid ….Di Nusantara ajaran ini di sebut “Dharma/Dhamma/Dharmic Original” ritual suci yang dilakukan diantaranya berdiam diri kontemplasi di goa “Topo/Upasena/Can-Yago/Kammala/ “Tahanuts” berdiam diri di goa atau “Itikaf” jika di masjid dengan berpuasa

Pertanyaan :
Budaya apa yang mengawali faham ajaran “Monotheism” … budaya apa yang mengawali ritual suci berkontemplasi “Berdiam diri di goa” dengan berpuasa kemudian melakukan gerakan ritus suci berputar melingkari objek ….?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *