Jika Belum Memahami Berdemokrasi, Pemilu Sering Lepas Kontrol Bahkan Terjadi Konflik

Beritaindotco | Jakarta – Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian mengatakan, Pemilihan Umum maupun Pemilihan Kepala Daerah berpotensi menimbulkan konflik, itu disampaikan Tito saat diskusi bertajuk ‘Visi Negara Kesatuan Republik Indonesia Melalui Pemilu dan Pilkada’ pada hari Senin kemarin secara virtual.

” Memang Pemilu maupun Pilkada, memberikan kebebasan rakyat untuk memilih, dan itulah demokrasi. Tapi dalam ilmu konteks security, setiap perbedaan itu mengandung potensi konflik,” ungkap Mendagri MTito Karnavian melalui keterangan virtual-nya kemarin (1/9/20).

Tito menuturkan, pengalamannya sebagai Kapolda Papua. Selama kurang lebih 2 tahun, dirinya menyaksikan dilapangan langsung bagaimana keterbelahan di pilkada yang berbuntut pada kekerasan atau konflik.

Begitu juga yang terjadi pada Pilkada 2017 di DKI Jakarta, Mendagri M Tito Karnavian menyebut bahwa terjadi keterbelahan masyarakat yang menjadi salah satu pemicu konflik yang berkepanjangan bahkan tak ayal keanarkisan.

” Misalnya, Pilkada di Jakarta dan juga konflik kekerasan ditempat lain sebagai residu negatif dari election,” tegasnya Tito kemarin.

Untuk itu, mengenai anggaran Paslon yang begitu mahal ketika Pilkada, tak heran jika paslon akan menggunakan cara apa pun untuk menang dalam kontestasi tersebut.
Dicontohkannya, bagaimana seorang paslon harus mengeluarkan biaya-biaya legal seperti untuk tim sukses, saksi, hingga kampanye.

” Ketika memang semua ada prinsip, siap menang dan siap kalah tapi dalam tataran prakteknya, semua tidak siap untuk kalah,” kata Mendagri M Tito Karnavian.

” Sehingga sering kali berujung pada menghalalkan segala cara demi untuk menang,” pungkasnya. (Rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *