Beritaindotco | Indramayu – Menteri Pertanian Republik Syahrul Yasin Limpo datangi serta turun melihat kondisi petani di Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu pada 5 September 2020 lalu, selain memastikan ketersedian pupuk tercukupi juga mengapresiasi bahwa hasil pertanian di Kota Mangga Indramayu Terbaik Nasional.
Dalam aktivitas tersebut, Mentan Syarul Yasin Limpo juga didampingi oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi dan Pelaksana Tugas Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat. Syahrul Yasin Limpo menegaskan, sesuai perintah Presiden Joko Widodo permasalahan yang tengah dialami para petani segera mungkin harus diatasi serta kondisinya.
“Pertama kehadiran saya ini sesuai perintah Bapak Presiden Jokowi, agar selalu turun ke petani dan menyelesaikan cepat masalah. Produksi pangan harus tetap terjaga walau dihadapkan pada tantangan apapun,”kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui keterangannya kemarin, (7/9/20).
Ia menyebutkan, kondisi pertanian di Bumi Wiralodra patut dijaga dan terus dipertahankan sebagai penopang perekonomian Indonesia. Alasan tersebut, karena dalam data BPS pada kuartal II PDB sektor pertanian naik mencapai 16,4 persen. Termasuk sumbernya dari para petani di wilayah Kabupaten Indramayu, sehingga diharapkan mampu menjadi sektor yang tahan akan dampak wabah Covid-19.
“Dengan kondisi sekarang maka patut dijaga, hasil pertanian di Indramayu menjadi percontohan untuk petani lainya. Ini penting karena untuk dijaga dalam menghadapi ekonomi dunia yang sedang melemah termasuk Indonesia, sehingga secepatnya bangkit agar kebutuhan lainnya bisa terpenuhi,” katanya.
Syahrul Yasin Limpo menyatakan, sektor pertanian harus mengedepankan beberapa komponen yang menjadi tolak ukur melimpahnya hasil pertanian, pertama sistem irigasi, varietas bibit unggul yang digunakan, kecukupan pupuk serta SDM petani yang mau bekerja di sawah.
Sementara hal yang terkait, Kementan akan senantiasa terus membangun korporasi pertanian yang ditunjang oleh fasilitas permodalan atau yang sering disebut Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk menciptakan pertanian yang unggul dengan begitu bisa menuju petani yang mandiri dan modern dan menjamin harga padi yang menguntungkan petani. (Rls/red).
