Beritaindotco | Jakarta – Nirwana terlihat sedang sibuk memasak. Kegiatan itu menjadi rutinitas Nirwana sejak Mei lalu. Beragam menu ia jual. Mulai baso aci, mie nyemek, seblak, dan lainnya. Menu-menu itu biasanya dipasarkan secara daring, hasil penjualan yang dilakukannya sejak bulan Mei, ia mampu mengantongi Rp 4 juta setiap bulan. Pendapatan yang tergolong lumayan jika dibandingkan dari pekerjaannya yang lalu.
Sementara itu, Nirwana bukanlah pedagang. Profesi perempuan 22 tahun itu adalah seorang guru honorer di sebuah sekolah di Kendari, Sulawesi Tenggara. Pandemik Corona menyebabkan ia tak lagi diperpanjang kontrak. Berhenti bekerja tak membuat Nirwana patah semangat. Kebetulan juga saat itu pemerintah sedang membuka program Kartu Prakerja. Nirwana lantas ikut daftar diri pada gelombang III (24-30 April 2020). Beruntung ia dinyatakan lolos bersama 224.615 orang lainnya. Ia pun mendapat bantuan mendapat bantuan Rp 3.550.000. Dana itu untuk biaya pelatihan dan insentif.
Nirwana lantas mengikuti program kelas memasak, sosial media marketing, dan pengelolaan keuangan. Ilmu dari pelatihan itulah yang kemudian diterapkan di Kedai Nirwana. “Insentif Rp 600 ribu sangat membantu. Modal itu saya putar agar kembali lebih. Alhamdulillah bisa,” katanya beberapa hari yang lalu saat dapatkan informasi Kartu Prakerja.
Hal serupa juga dialami oleh Bayu Juliandi. Wabah Covid-19 ini juga menyebabkan ia di PHK dari tempatnya bekerja. Di rumahkan perusahaannya tak membuat Bayu patah arang. Ia mencoba berburu informasi seputar peluang-peluang usaha. Dari hasil informasi itu tersebut ia mendapatkan informasi program kartu prakerja. Tanpa pikir panjang ia menjajal program kartu prakerja gelombang II. Beruntung Bayu lolos.
Selanjutnya Bayu lantas mengikuti pelatihan wirausaha dari Bencoolen Coffee setelah di nyatakan lolos. ” Saya pelajari A-Z. Meski lewat zoom pelatihan ini sangat membantu saya,” ungkap Bayu melalui keterangannya beberapa hari lalu (4/9/20).
Direktur Pemasaran the Bencoolen Coffee Lukcy Widja mengatakan, usaha kedai mini Bayu itu hanya bermodalkan Rp 3,5 juta. Di Bencoolen Coffee, menurut Lucky, peserta pelatihan bisa memilih sejumlah materi pelatihan. Ada tiga program yang bisa dipilih: cara berwirausaha kopi kekinian, pelatihan barista, dan pemasaran kopi.
Nirwana dan Bayu hanyalah dua peserta yang sukses mengikuti program kartu prakerja. Tentu masih banyak jejak peserta seperti yang dialami Nirwana dan Bayu. Pemerintah memang mempercepat peluncuran program kartu prakerja. Program kartu prakerja sendiri sebenarnya merupakan salah satu materi kampanye pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amien saat mencalonkan diri menjadi capres dan cawapres 2019 lalu.
Program kartu prakerja ini merupakan program pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Mereka yang mendaftar dan dinyatakan lolos, pemerintah akan mendapatkan sertifikat dan insentif. Insentif diberikan sebesar Rp 3.550.000. Untuk biaya pelatihan dan insentif.
Sejak dibuka pada pertengahan April lalu pemerintah sudah membuka enam gelombang. Saat ini gelombang VII sedang berjalan. Dari gelombang I hingga VI sudah ada 3 juta orang yang mendapat kartu prakerja dari 5,6 orang juta yang ditargetkan. Sisa 2,6 juta akan dilanjutkan pada gelombang-gelombang berikutnya. www.prakerja.go.id silahkan buka dan daftarkan Kartu Prakerja pada gelombang berikutnya. (Rls/red).
