
Beritain.co | Jakarta – Banyak beredar dalam pesan berantai maupun unggahan-unggahan di beberapa situs sosial media yang mempertanyakan isu seputar Covid dan Vaksin. Dalam kesempatan ini, Team Redaksi mengutip dan menghimpun beberapa issue serta unggahan yang kadung beredar tersebut, berikut ulasan nya.

- Kejanggalan pertama,
Secara akal sehat saja jika di negara Indonesia dibilang saat ini sedang tinggi wabah covidnya logikanya HARUSNYA pemerintah Indonesia MENYETOP para pendatang asing masuk wilayah Indonesia.
Dan negara pemerintah komunis China pun harus MENYETOP warga negaranya masuk wilayah Indonesia.
Tapi ini tidak, malah pendatang haram china semakin banyak setiap hari masuk melalui bandara-bandara. Dan mereka TIDAK ADA satupun yang pakai masker !
Apa ini maksudnya?
Karena rakyat Cina sendiri mengakui virus corona BUKAN virus yang membahayakan dan mematikan tapi virus flu influenza biasa. Ini bukti ! - Kejanggalan kedua,
Jika virus corona itu membahayakan kenapa yang ditutup dan disegel hanya masjid-masjid ?
Sekarang kita tanya apakah yang berkerumun di mall dan mini market ada yang tertular dan bergelimpangan karena berkerumun? Tidak ada kan? Lalu bagaimana mungkin masjid dituduh tempat ibadah bisa sebagai tempat menularkan virus?
Masjid adalah tempat yang bersih dan suci yang setiap orang masuk harus bersuci dulu. Secara fitrahnya virus dan bakteri apapun tidak akan bisa berkembang biak di tempat yang bersih dan suci ini sudah sunatullah (keseimbangan alam). - Kejanggalan ke tiga,
Jika virus corona dibilang pandemi (wabah yang mematikan) HARUSNYA secara logika kasus kematian ada dimana-mana korban yang mati pada bergelimpangan di rumah-rumah, apartemen di pasar-pasar dan ditempat mereka berada. Tapi fakta semua kasus kematian ternyata setelah korban di masukkan ke RS. Logikanya yang namanya wabah / pandemi meninggalnya tidak harus di RS. Dan tidak ada satupun kasus korban kematian selama ini di luar RS. Paham !

Diperlukan investigasi Intelijen (kecerdasan analisa) dalam mengungkap kasus ISU PANDEMI. Tidak manut dan latah memakan mentah-mentah berita di media dan bukan sekedar manut-manut saja terhadap himbauan pemerintah.

(Komunitas Kontra Intelijen Indonesia)
