Kartu Prakerja Yang Tidak Tepat Sasaran dan Hanya Untungkan Segelintir Korporasi

Beritain.co | Kota Depok – Fadli Zon mengkritik anggaran penambahan Rp 10 triliun untuk Program Kartu Prakerja. Fadli menyebut program itu hanya buang-buang uang dan jauh dari sasaran penerima manfaat.

Penambahan anggaran tersebut dilakukan pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. Kendati demikian, Fadli menilai kalau seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/7/2021).

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” tuturnya.

Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja dengan 8,4 juta peserta yang terlibat, namun Keterbukaan Informasi Publik terkait siapa individu masyarakat yang menerima manfaat dari Kartu Prakerja saja tidak ada.

Dalam pantauan Team Redaksi Beritain.co, tidak didapati official Website dari program Kartu Prakerja yang bisa menjelaskan kemana Publik dapat memonitor penyerapan dari Anggaran yang telah digelontorkan tersebut, apalagi dari awal program itu dibuat tidak melalui prosedur pelaksanaan Tender seperti umumnya proyek Pemerintah yang dikerjakan oleh pihak swasta.

Redaksi beritain.co pun banyak menerima keluhan dari masyarakat yang telah mendaftar dan mengikuti seleksi berkali-kali tapi tak kunjung juga mendapatkan bantuan dari program Kartu Prakerja, apa ini hanya sebuah program akal-akalan saja buat menguntungkan beberapa gelintir korporasi yang ditunjuk sebagai penyelenggara?

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta orang.

Sri menuturkan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei internal. Adapun harapannya penambahan anggarant tersebut bisa membantu masyarakat yang sedang mencari kerja ataupun terkena PHK.

“Kami akan tambahkan Rp 10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp 30 triliun dengan total 8,4 juta,” kata Sri dalam konferensi pers secara virtual pada Sabtu (17/7/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *