Hari Raya Idul Adha 2021, MPR RI: Waktu Tepat Introspeksi Serta Pengorbanan Kepada Bangsa, Agama dan Negara

Beritain.co | Jakarta – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah kepada seluruh umat Islam. MPR RI melalui Fraksi Partai Demokrat Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan, menyampaikan ucapannya untuk menjadikan diri lebih baik, dimana masyarakat Indonesia sekarang dalam kondisi yang kurang baik yaitu menghadapi Pandemi Covid-19.

“Saya atas nama pribadi, Partai Demokrat, dan Pimpinan MPR RI menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah atau 2021 Masehi kepada seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Semoga kita tetap diberikan kesabaran dan kekuatan menghadapi kondisi sekarang,” ucap Syarief Hasan.

Demikian dikatakannya bahwa, momen ini (Idul Adha) harus disambut dengan suka cita meskipun masyarakat Indonesia dihadapkan dengan virus Covid-19 dan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dengan kondisi ini harapan lebih ke penyadaran diri lebih dimaksimalkan.

“Hari Raya Idul Adha dan prosesi kurban dapat semakin memantapkan hubungan diri dengan Sang Pencipta dan sesama umat manusia.Tentu, lewat prosesi kurban melatih diri kita untuk semakin taat kepada Sang Pencipta lewat berbagai pengorbanan yang kita kerjakan dan semakin menguatkan hubungan kita dengan sesama umat manusia.,” kata Wakil Ketua MPR RI Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan melalui keterangannya di gedung Nusantara di Jakarta, 20/07/21).

Untuk itu himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap memperhatikan protokoler kesehatan. Perlu mengingat bersama bahwa kita masih berada di dalam suasana Pandemi Covid-19 sehingga harus tetap memperhatikan protokoler kesehatan selama lebaran ini. Shalat Hari Raya Idul Adha maupun pemotongan dan pendistribusian daging hewan kurban harus memperhatikan protokoler kesehatan.

“Pemerintah telah membuat kebijakan PPKM Darurat maupun PPKM Mikro dengan harapan bahwa tidak terjadi penularan Covid-19 dari suatu daerah ke daerah lainnya. Kita wajib saling menjaga satu sama lain dari Pandemi Covid-19 ini dengan selalu berdoa kepada Sang Pencipta.,” jelas Politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Dikatannya, Pemerintah untuk menguatkan komunikasi dan koordinasi dengan ulama dan tokoh agama di daerah-daerah. Ulama dan tokoh agama di berbagai daerah sangat didengarkan oleh masyarakat sehingga Pemerintah sebagai umara harus membangun komunikasi yang baik dengan ulama dan tokoh agama dalam rangka mencegah munculnya kasus Covid-19 selama masa lebaran. Kuncinya, ibadah shalat dan pemotongan serta pendistribusian hewan kurban tetap jalan, namun tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *