
Beritain.co | Jakarta – Polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai mekanisme alih status pegawai KPK menjadi ASN semakin semrawut. Pimpinan KPK yang saat ini diketuai Firli Bahuri menegaskan TWK sudah sesuai aturan, tetapi di sisi lain 75 pegawai KPK yang ‘dibuang’ dari proses itu melawan.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono termasuk dalam 75 pegawai KPK itu. Dia menampilkan data mengenai salah satu senjata KPK, yaitu operasi tangkap tangan (OTT), dari tahun ke tahun.
Daftar OTT KPK sepanjang masa
Terlihat sejak 2005 hingga kini, 2021, OTT KPK tertinggi terjadi pada 2018, yaitu 30 kali OTT. Pada 2019, jumlah itu turun menjadi 21 OTT.
Firli Bahuri sendiri dilantik menjadi Ketua KPK pada Desember 2019 bersama 4 pimpinan KPK lainnya, yaitu Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, dan Lili Pintauli Siregar. Selepas mereka dilantik, tampak pada daftar itu OTT KPK menurun drastis, yaitu 7 OTT pada 2020, dan untuk tahun ini, 2021, baru ada 2 OTT.
Bagan OTT itu tampak berwarna putih, tapi untuk 2020 dan 2021 atau sejak kepemimpinan Firli Bahuri digambarkan berwarna merah. Giri lantas menjelaskan maksud cuitannya itu.
“OTT KPK sejak revisi UU KPK dan Kepemimpinan KPK di bawah Firli Bahuri merah memudar. Semua anggota tim OTT 2020-2021 justru terjaring tes TWK untuk diberhentikan. Clear kan?” demikian isi cuitan Giri.
“(Sebanyak) 75 pegawai adalah mesin utama OTT KPK. Ada juga anggota tim OTT yang sudah dilantik jadi PNS. Kendaraan tanpa mesin kira-kira bagaimana ya?” lanjutnya.
Giri mengatakan bila OTT pada 2020 dan 2021 itu secara keseluruhan hampir dikerjakan oleh para pegawai KPK yang masuk dalam daftar 75 orang yang hendak ‘disingkirkan’ via TWK.
“Penyebab utamanya revisi UU KPK dan transisi kepegawaian dan sistem kerja di KPK, termasuk intervensi melalui TWK. Sembilan OTT di KPK di tahun 2020-2021 hampir semuanya ditangani penyidik, penyelidik dan pegawai yang masuk 75 pegawai tidak memenuhi syarat TWK,” kata Giri.
✅ Rekor OTT KPK
Rekor OTT KPK pada 2018, yaitu 30 OTT, disebut Giri dikerjakan oleh para pegawai KPK yang seluruhnya masuk daftar 75 orang itu. Giri pun menggugat.
“Keberhasilan OTT di tahun 2018, sebagai rekor tertinggi dikarenakan prestasi 9 kasatgas, 5 penyidik dan 17 penyelidik yang masuk daftar 75 pegawai tidak memenuhi syarat TWK,” kata Giri.
