Beritain.co | Jakarta – Dalam pencapaian pemerintah sepanjang 2021 untuk program 1 juta rumah terus digenjot, terutama rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Alhasil pemerintah bisa melaksanakannya walaupun kondisi masih sulit yaitu pandemi. Namun, dari total target 600.000 hingga pertengahan tahun, realisasinya cukup bagus, yaitu masih mencapai 400.000 unit melalui pengawasan dilapangan oleh Kementerian PUPR.
“Pemerintah tetap berkomitmen memenuhinya, apalagi, program pengadaan rumah MBR itu menjadi amanat UU dan juga program Presiden Joko Widodo,” kata Dirjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi Abdul Hamid dikutip melalui keterangannya beberapa hari lalu, Jakarta (8/08/21).
Selanjutnya, dengan adanya kondisi yang sulit yaitu dampak Covid-19 cukup luar biasa, termasuk terhadap sektor perumahan bagi masyarakat kecil. Pemerintah, tambah Khalawi, biasanya hingga pertengahan tahun ini mampu membangun 600.000 unit.
Hingga pertengahan tahun baru sampai 400 ribu unit yang terbangun. Meskipun demikian, Kementerian PUPR tetap melakukan pengawasan pelaksanaan pembangunan rumah di lapangan dengan mengacu pada protokol kesehatan serta melihat kebijakan pembatasan kegiatan yang ada di tiap daerah. Ini sesuai dengan arahan Menteri PUPR.
“Pembangunan infrastruktur dan perumahan yang menggunakan dana APBN tetap berjalan. Bahkan, pemerintah juga memberikan stimulan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas rumah masyarakat agar lebih layak huni,” pungkas Khalawi Abdul Hamid.
Dengan melalui program 1 juta rumah, secara tidak langsung juga ikut menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Adanya gelombang kedua Covid-19, tentunya juga berdampak pada pembangunan perumahan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan sektor swasta lainnya.
