Persiapan PBSI Berjuang Demi Tradisi Emas Olimpiade

Beritain.co | Jakarta – Tim bulutangkis Indonesia akan bertolak ke Jepang untuk mengikuti Olimpiade Tokyo pada hari Kamis, 8 Juli 2021, pukul 23.15 WIB.

Mereka akan terbang menggunakan maskapai Japan Airlines dengan nomor penerbangan JL5012 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Sesampainya di Kumamoto, tim langsung menjalani karantina mandiri selama 4 hari sebelum memulai latihan dan adaptasi. 

Mereka akan tinggal di Kumamoto selama 10 hari dan pada tanggal 19 Juli 2021, baru akan masuk ke atlet village di Tokyo.

Pada Olimpiade Tokyo kali ini Indonesia mengirimkan 11 wakil di cabang olahraga bulutangkis.

Kepala bidang humas dan media PP PBSI, Broto Happy, mengatakan, pada Rabu, 7 Juli 2021, para atlet di Pelatnas PBSI Cipayung telah siap menghadapi Olimpiade Tokyo dan diharapkan bisa menjaga tradisi emas Olimpiade.

“Kita harapkan mereka bisa bermain maksimal dan mendapatkan medali emas,” ujarnya dalam jumpa media secara virtual, seperti dikutip Beritain.co, Rabu (7/7/2021).

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, mengaku persiapan Olimpiade kali ini tidaklah mudah karena dalam kondisi pandemi.

Namun sejauh ini latihan sudah berjalan dengan baik.

Persiapan lebih lanjut menurut dia akan dilakukan di Kumamoto.

“Konsentrasi anak-anak itu saya rasa cukup baik dan di Olimpiade ini  mereka bisa tampil dengan baik dan bisa menjadi harapan Indonesia dengan tradisi medali emasnya. Mereka akan berjuang habis-habisan bersama pelatih di Tokyo.” ujarnya kepada Beritain.co.

Atlet ganda campuran, Melati Daeva Oktavianti, yang akan pertama kali bertanding di ajang multievent olahraga internasional itu mengaku persiapan secara teknis sudah baik, hanya perlu tambahan persiapan non teknis.Atlet ganda campuran Tim Bulutangkis Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2021.

“Masih ada sisa 10 hari untuk persiapan, nah itu untuk menyiapkan mentalnya, apalagi ini Olimpiade pertama untuk saya,“ jelasnya.

Selain 11 atlet yang akan berlaga di Olimpiade, lima pelatih juga sudah siap mendampingi.

Tim bulutangkis Indonesia memboyong sembilan orang tim pendukung yang terdiri dari manajer tim, atlet sparring, pelatih fisik, dokter, fisioterapis, dan masseur ke Kumamoto.

Berikut daftarnya:

1. Jonatan Christie (Atlet)

2. Anthony Sinisuka Ginting (Atlet)

3. Gregoria Mariska Tunjung (Atlet)

4. Marcus Fernaldi Gideon (Atlet)

5. Kevin Sanjaya Sukamuljo (Atlet)

6. Mohammad Ahsan (Atlet)

7. Hendra Setiawan (Atlet)

8. Greysia Polii (Atlet)

9. Apriyani Rahayu (Atlet)

10. Praveen Jordan (Atlet)

11. Melati Daeva Oktavianti (Atlet)

12. Hendry Saputra Ho (Pelatih Tunggal Putra)

13. Rionny Mainaky (Pelatih Tunggal Putri)

14. Herry Iman Pierngadi (Pelatih Ganda Putra)

15. Eng Hian (Pelatih Ganda Putri)

16. Nova Widianto (Pelatih Ganda Campuran)

17. Iwan Hermawan (Pelatih Fisik dan Sports Science)

18. Eddy Prayitno (Manajer Tim)

19. Shesar Hiren Rhustavito (Atlet Sparring)

20. Fajar Alfian (Atlet Sparring)

21. Muhammad Rian Ardianto (Atlet Sparring)

22. Zachariah Josiahno Sumanti (Atlet Sparring)

23. dr. Octaviani (Dokter)

24. Gyon Putra Amiga (Fisioterapis)

25. Jean Inneke Turangan (Masseur).

Kita tunggu Team Squad Bulutangkis Indonesia untuk berjuang mempertahankan Tradisi Peraih Emas pada Olimpiade Tokyo 2021 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *