Beritain.co | Dekade tahun 70 nama Suratmi jarang orang “ngeh”, namun bila kita menyebut Ratmi B-29 tentu orang akan hapal siapa dia?
Pelawak dan Aktris yang sangat di kenal era itu. Lawan mainnya dalam Film tak main main sekaliber Binyamin S dan Connie Suteja adalah beberapa diantaranya.
Sebelum terjun di dunia seni Suratmi muda memang kenyang di dunia seni karawitan. Sampai terjadi perang kemerdekaan, Suratmi bergabung ke dalam Barisan Srikandi/Laswi dan anggota staf Batalyon Brigade D/X-16 di Jawa Tengah.

Pangkatnya waktu itu sersan dua. Setelah penyerahan kedaulatan, Ratmi mengundurkan diri dan kembali ke dunia seni.
Tahun 1947 Ratmi menjadi penyanyi orkes keroncong di Bandung. Tahun 1950-an dia bergabung dalam perkumpulan wayang orang Tritunggal di Kebon Kelapa, Jatinegara, pimpinan suami pertamanya, Idris Indra.
Tahun 1960 dia mulai main film sebagai figuran dalam film “Si Djimat”. Setelah suaminya meninggal, Ratmi menikah lagi dengan suami kedua, Sumarno. Akan tetapi beberapa tahun kemudian mereka bercerai. Di samping keahlian di bidang menyanyi, Ratmi juga terjun ke dalam dunia komedi. Dia menggabungkan diri dalam grup “Tiga Djenaka” hingga tahun 1976. Setelah itu Ratmi membentuk grup lawak yang bernama “Ratmi Cs”. Karena kemampuan akting dan penampilan fisik yang menarik perhatian, kebanyakan film yang dibintangi adalah film komedi.
Popularitasnya Ratmi kian menanjak di dunia perfilman. Dia memegang peran-peran penting dalam film “Ketemu Jodoh” (1973), “Si Rano” (1973), dan “Ratu Amplop” (1974). Sepanjang hidupnya, Ratmi setidaknya membintangi 32 film. Lawan mainnya adalah bintang film-bintang film terkenal pada masa itu, seperti Bing Slamet, Benyamin S., Wolly Sutinah (Mak Wok), Connie Sutedja, Ida Royani, Ellya Khadam, Eddy Sud, S. Bagio, Darto Helm, A. Hamid Arief, dan Mansyur Syah.
Ratmi kemudian dikenal sebagai Ratmi B-29 atau Ratmi Bomber-29. Nama ini pemberian dari Laksamana Muda Udara TNI Wiriadinata (Wakil Gubernur DKI periode 1966-1977). Waktu itu, tahun 1960-an, Ratmi sering menghibur keluarga TNI-AU di Bandung. Lantaran lawakannya mampu menggetarkan penonton itulah nama B-29 (jenis pesawat pembom) disematkan padanya. Saking terkenalnya, pada 1970-an sebuah produsen sabun colek (PT Sinar Antjol) menggunakan nama yang sama. Ratmi pula yang menjadi bintang iklannya.
Kegiatan Ratmi dalam dunia perfilman kian padat. Tahun 1977 Ratmi menjalani syuting tiga film sekaligus: “Direktris Muda”, “Sembilan Janda Genit”, dan “Hujan Duit”. Syuting film pada masa itu berbeda dengan masa sekarang. Bila terjadi kekeliruan dialog, gerakan, urutan, maka harus dilakukan pengambilan ulang yang bisa memakan waktu berjam-jam. Tidak dikenal program komputer untuk mengedit adegan seperti sekarang.
Ratmi baru saja selesai melakukan pengambilan gambar film “Direktris Muda” di Ujungpandang (Makassar), Sulawesi Selatan. Saat Ratmi hendak masuk ke pesawat yang akan menuju Surabaya merayakan Tahun Baru, tiba-tiba dia ambruk. Ratmi terkena serangan jantung. Dalam perjalanan ke rumah sakit, komedian ini mengembuskan nafas terakhir.
Suratmi atau Ratmi B-29 dilahirkan di Bandung, 16 Januari 1932. Ayahnya (Salimin) berasal dari Yogyakarta dan ibunya (Sainem) berasal dari Banyumas.
Ratmi memiliki tanda jasa Bintang Gerilya, SLPK I dan II, GOM I dan V. Jenazahnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata Jakarta Selatan dengan upacara Kenegaraan. Bisa jadi Ratmi adalah satu-satunya komedian yang dimakamkan di TMP Kalibata. (BR)
